Archive September 2019

Kemenpar Siap Rebut Pasar Wisatawan Millennial

Kementerian Pariwisata Jakarta (Kemenpar) menyadari bahwa wisatawan millenary memiliki potensi besar. Melalui diskusi kelompok terarah (FGD), Kemenpar menyiapkan strategi untuk menarik wisatawan millenary.

Kali ini, FGD mengambil tema ‘Strategi pemasaran yang efektif untuk mengambil keuntungan dari pasar pariwisata millenary’. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (24/10/2018).

Menurut survei Everbrite-Harris Poll 2014, milenium lebih suka menghabiskan uang untuk mendapatkan pengalaman. Bagi mereka, itu lebih penting daripada barang material. Peluang ini tidak ingin menyia-nyiakan Kemenpar.

Milenial sangat digital. Saya sering mengatakan ‘Semakin digital, semakin pribadi’. Di dunia digital, apa pun yang kita lakukan, rafting di batu kita sudah tahu. Saya mengelompokkannya menjadi beberapa bagian. Milenium pertama yang memiliki kebutuhan dan perilaku. Terutama karena mereka sangat bergantung pada teknologi dan jejaring sosial, “kata Arief.

Generasi Millenial juga merupakan segmen penting karena jumlah dan kekuatan pengaruhnya. Dengan kata lain, “besar dan keras.” Untuk alasan ini, Arief menganggap perlu mengembangkan strategi pemasaran, khususnya sebagai inisiatif untuk memanfaatkan potensi masa depan industri pariwisata.

wonderful Indonesia

Siapa pun yang memenangkan masa depan akan memenangkan pertandingan, “katanya.

Sementara itu, pendiri dan presiden MarkPlus Hermawan Kartajaya mengatakan milenium atau pasar Gen Y adalah populasi terbesar di wilayah ini, menjadikannya target pasar untuk sebagian besar merek.

Dengan momentum teknologi, generasi millennial menjadi generasi yang kreatif, aktif dan inovatif. Selain itu, mereka mendapatkan pendidikan yang lebih baik dari pendahulunya. Sehingga milenium dapat menyerap informasi dengan baik dan tetap aktif di jejaring sosial, “katanya.

Herman menambahkan bahwa generasi milenium lebih percaya pada influencer daripada pendukung. Instagram menjadi salah satu saluran yang paling mereka sukai. Kemampuan merek untuk mengemas produk mereka dengan cara yang tidak dapat dipetakan adalah kewajiban untuk menarik generasi muda.

Mereka suka membeli barang-barang instagrammable. Bahkan ketika mereka makan, pertama-tama mereka harus mengambil foto yang dapat diinstal untuk diunggah ke Instagram, “katanya.

Wakil Menteri Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan, Rizki Handayani, mengatakan bahwa pada tahun 2019 lebih dari 50 persen pasar pariwisata Indonesia didominasi oleh kaum milenial.

Wisatawan Millenary akan terus tumbuh dan menjadi pasar yang penting, “katanya.

Untuk pasar wisata Asia didominasi oleh wisatawan millenary berusia 15 hingga 34 yang mencapai hingga 57 persen. Di Cina, generasi milenium akan mencapai 333 juta, Filipina 42 juta, Vietnam 26 juta, Thailand 19 juta, sedangkan Indonesia 82 juta.

Rizki menjelaskan, di era digital ini, milenium adalah aktor utama dalam penggunaan teknologi. Mereka membuat bentuk-bentuk lama yang tidak lagi digunakan. Milenium dan teknologi dapat membuat harga tidak naik bahkan jika rupee telah jatuh.

Dia mengatakan banyak negara mulai menargetkan pasar kuno Indonesia, seperti Korea dan Jepang.

“Saya berharap pada 2019 Indonesia tidak akan terkecoh dengan mengantisipasi potensi wisatawan milenary,” kata Rizki.